«

»

Perbedaan Emas Batangan dengan Dinar Emas?

Tulisan ini membahas apa  perbedaan emas batangan dan dinar emas. Kenapa musti ditulis dinar emas, bukan dinar (saja). Hal ini  agar pembaca tidak salah dan rancu dengan dinar-dinar yang lain, seperti halnya mata uang Negara di Timur Tengah. Sebut saja misalkan Irak. Mata uang Irak adalah dinar, namun bukan emas. Dinar Irak seperti halnya uang kertas yang lain seperti halnya Dolar ataupun Yen yang bisa di cetak hanya dengan ngeprint saja.

Sebenarnya antara emas batangan dan juga dinar emas, bisa sebagai alat untuk lindung nilai. Karena keduanya merupakan emas. Sama2 tidak bisa di print, namun perlu ditambang dengan susah payah untuk mendapatkan bahan bakunya. Bahkan saat ini menambang emas semakin susah dan semakin menurun produksinya. Di Indonesia baik emas batangan maupun Dinar emas sama-sama di produksi oleh PT. Aneka Tambang. Sehingga kualitas keduanya terjamin dengan sertifikat yang di akui International.

Dinar emas adalah mata uang yang pernah digunakan pada jaman Nabi Muhammad SAW dan di teruskan pada jaman kekhalifahan Islam. Sehingga mempunyai standar berat dan karat yang telah di tentukan. Sedangkan emas batangan suka-sukanya yang mencetak/memproduksi emas batangan tersebut. Satuan Dinar emas berkadar 22 karat dengan berat 4,25gram dan ini sudah baku. Sedangkan emas batangan biasanya berkadar 24 karat dengan berat yang sangat bervariasi, bisa 1 gram, 2,5 gram, ataupun 1 kg. bahkan yang memakai satuan troy ounce bisa juga memakai standar berat tersebut.

Dinar emas di Indonesia di perlakukan seperti halnya perhiasan/souvenir, sehingga di bebani pajak. Sedangkan emas batangan tidak dibebani pajak karena dianggap sebagai bahan baku. Maka jika misalkan saat ini harga emas batangan 24 k : Rp 400.000 pergram,maka seharusnya emas 22 k seberat 4,25 gram berharga : Rp 1.558.333 (hasil dari perhitungan 22 dibagi 24 dikalikan 400rb dikalikan 4,25). Namun Harga dinar emas saat anda beli pastilah sudah diatas 1,6 juta.

Sebaran Dinar emas di Indonesia saat ini belum seluas emas batangan. Sehingga kadangkala para pemilik Dinar emas jika akan menukar ke mata uang kertas harus mendatangi outlet-outlet tertentu. Ataupun yang ingin memiliki Dinar emas agak kesulitan mencari outlet untuk membelinya.

Dinar emas identik dengan agama Islam, sedangkan emas batangan lebih universal. Namun sebenarnya agama lain-pun tidak ada salahnya memiliki dinar emas sebagai media investasi. Toh sama emasnya dengan emas batangan. Seperti halnya bank syariah. Ternyata banyak juga dari agama selain Islam yang menggunakan bank Syariah. Bahkan saat ini bank-bank asing yang notabene pemiliknya bukan Muslim-pun sudah memiliki bank syariah di Indonesia.

* Renungan
Dengan uang kertas kita bertambah miskin karena uang kertas yang kita pegang terus menurun daya belinya. Akankah kita kembali ke masa lalu memakai mata uang emas ?. seperti halnya kerajaan Romawi memakai denarium, atau kekhalifahan Islam  memakai dinar  atau China memakai qian, dll.

Sumber: http://www.seputarforex.com/emas/artikel/

Monggo Silakeun di-Like yoo....

 

Kunjungi pergerakan harga LM di Facebook fanpage kami



          
Ver. 1.3
 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>